The Conversation Indonesia & Ditjen Saintek sepakati komitmen membumikan sains ke publik

Share article

Print article

The Conversation Indonesia (TCID) menyepakati kemitraan strategis dengan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi di Jakarta pada 27 Oktober 2025. Kesepakatan kemitraan ditandatangani oleh CEO TCID, Prodita Sabarini, dengan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani.

Adapun kemitraan ini mencakup kerja sama pemberdayaan jurnalisme sains melalui kegiatan bootcamp jurnalis yang dihelat pada 31 Oktober 2025. Kolaborasi kemudian berlanjut ke beberapa program krusial seperti diskusi publik, diseminasi hasil riset dalam lingkungan Ditjen Saintek, pemanfaatan teknologi, serta sejumlah pelatihan kepada inventor ataupun tim humas perguruan tinggi.

CEO The Conversation Indonesia Prodita Sabarini mengungkapkan kolaborasi dengan Ditjen Saintek seirama dengan visi TCID untuk membumikan sains ke publik.

Sebagai media berbasis sains, TCID sebagai media telah berkolaborasi dengan lebih dari tiga ribu akademisi untuk menerbitkan lebih dari 6.500 artikel serta konten-konten lintas platform media sosial lainnya. TCID juga bermitra dengan beraneka lembaga dalam menginisiasi berbagai program peningkatan kapasitas bagi akademisi dan peneliti baik dari lembaga publik maupun institusi swasta, mahasiswa, jurnalis, serta organisasi masyarakat sipil untuk mendorong iklim perbincangan berbasis bukti.

Prodita juga mengemukakan bahwa kemitraan ini menjadi bukti yang menandai komitmen keterbukaan pemerintah terhadap diskusi berbasis sains.

"Semoga kerja sama ini lancar dan bermanfaat. Kami sepakat bahwa ini akan menjadi kemitraan strategis, dalam membumikan sains dan teknologi ke publik. Kami bersemangat untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan," ujar Prodita.

Senada dengan Prodita, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, mengemukakan bahwa kemitraan strategis bersama TCID dilatari tujuan besar Kemendikti Saintek agar sains tak hanya berada di laboratorium, melainkan hadir secara nyata di masyarakat.

Melalui berbagai program dan kegiatan, Najib mengharapkan kerja sama dengan TCID dapat memperbanyak perbincangan seputar isu-isu sains di publik. "Saintek ingin lebih banyak kegiatan-kegiatan yang dapat memasyarakatkan sains, memastikan sains tidak berjarak dengan keseharian masyarakat," kata Najib.

Sementara itu, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Ditjen Saintek, Yudi Darma, turut mengungkapkan antusiasme terhadap kemitraan bersama TCID. Yudi mengharapkan kerja sama ini menjadi awal yang baik bagi kedua pihak untuk membumikan sains dan teknologi ke masyarakat.

"Kerja sama Ditjen Saintek dan TCID diharapkan bisa jadi awal yg baik utk kita dalam membumikan sains dan teknologi di masyarakat di Indonesia. Kami percaya TCID bisa jadi mitra yang kuat," tutup Yudi.

More Jakarta News

Access More

Sign up for Jakarta News

a daily newsletter full of things to discuss over drinks.and the great thing is that it's on the house!